Selasa, 05 Februari 2013

NAMA ISTILAH EFI PADA BEBERAPA KENDARAAN

NAMA NAMA EFI PADA KENDARAAN 

oke gannnn ! hadir lagi ni info terbaru dari Randa Raynaldi buat kawan kawan sekalian ! di simak aja yahh !

1.YAMAHA=YMJET-FI (yamaha mixture JET-Fuel Injection)
skema mesin injeksi bahan bakar yamaha matik
Pada dasarnya tidak ada perbedaan cara kerja teknologi Injeksi YMJET-FI (Yamaha Mixture JET-Fuel Injection) dengan injeksi yang lain. Namun yang membuat perbedaan mencolok dari teknologi Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI) sehingga bisa menghemat penggunaan bahan bakar sampai 30% terdapat pada inovasi Yamaha.
Teknologi injeksi bahan bakar mempunyai tugas memasok udara ke tangki sehingga terjadi pembakaran. Teknologi injeksi umumnya hanya menyediakan 1 saluran pemasok udara. Sedangkan teknologi Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI) terdapat 2 saluran udara yaitu:
  • Air Assist (saluran kecil)
  • Main Air passage (saluran besar)

Cara Kerja YMJET-FI

Cara kerja Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI) sangat sederhana. Sistem ECU (Engine Control Unit) menerima informasi terkait RPM mesin. ECU memberi sinyal kepada sistem Yamaha Mixture JET-Fuel Injection untuk memberikan supply udara melalui Air Assist atau Main Air Passage, tergantung dengan dari RPM mesin dan tanpa mengurangi output mesin.
Kami juga menyediakan artikel Cara Kerja ECU (Engine Control Unit)
Kalau mesin berjalan dibawah 5.000 RPM maka udara akan diberikan melalui saluran Air Assist. Sedangkan kalau di atas 5.000 RPM udara akan melalui saluran Main Air passage. Tentunya semakin sedikit udara yang diberikan semakin sedikit pula bahan bakar yang digunakan, demikian juga sebaliknya. Dengan teknologi ini supply udara dapat dilakukan on-demand sesuai kecepatan yang diinginkan pengendaranya.
Teknologi Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI) telah digunakan padaMotor Matic Injeksi Irit Harga Murah – Yamaha Mio J.

2.TOYOTA=EFI (Electronic fuel injection)
Toyota elektronik fuel injection system

Toyota elektronik fuel injection system (EFI-system) untuk mesin Toyota dari 1,6 l dan 1,8 l (Toyota mesin 1,3 l yang dilengkapi dengan sistem serupa). Toyota mobil dilengkapi dengan sistem injeksi bahan bakar elektronik (EFI-system) di mana tiga subsistem - sistem bahan bakar, sistem udara dan sistem kontrol elektronik.

Toyota elektronik fuel injection system - sistem bahan bakar

Pompa bahan bakar yang terletak di tangki, menyediakan pengiriman bahan bakar di bawah tekanan konstan dalam distributor dari mana bahan bakar dalam interval reguler didistribusikan pada jet semprot. Dari bahan bakar bergerak distributor di saluran inlet silinder melalui jet semprot. Jumlah injeksi bahan bakar secara ketat diawasi oleh paket kontrol elektronik (ESM-BLOK). Regulator Tekanan bahan bakar menyediakan perubahan tekanan bahan bakar sesuai dengan depresi pada kolektor menyerap. Filter bahan bakar dipasang antara pompa bahan bakar dan distributor bahan bakar dan dimaksudkan untuk membersihkan bensin dan perlindungan dari unit sistem injeksi terhadap kegagalan.

Toyota elektronik fuel injection system - sistem udara

Sistem pagar udara terdiri dari filter udara, ruang dari katup throttle dan port menghubungkan dua unit. Detektor suhu udara (IAT-gauge) jejak suhu udara diambil. Sinyal dari mengukur tiba pada paket kontrol elektronik yang menyediakan dosis injeksi bahan bakar sesuai dengan suhu udara. Sebuah katup throttle pengemudi mengarahkan. Dalam proses pembukaan katup throttle kecepatan setelah tiba udara yang mengarah ke kickdown meningkat suhunya. Indeks register perubahan suhu udara dan memberikan sinyal pada ESM blok yang pada gilirannya memberikan sinyal peningkatan dosis bahan bakar injeksi, pada jet semprot.

Toyota elektronik fuel injection system - sistem kontrol elektronik

Pengarah injeksi elektronik sistem bahan bakar dan lainnya disediakan dengan paket kontrol elektronik yang pada gilirannya merupakan bagian dari sistem kontrol komputer pusat (ССS-system). Struktur ESM-BLOK termasuk mikroprosesor. Pada sinyal paket kontrol dari berbagai alat pengukur yang melacak parametres seperti suhu udara pada input dalam silinder, sudut katup throttle rotasi, pendinginan temperatur fluida, nomor mesin revolusi, kecepatan pergerakan mobil dan pemeliharaan oksigen dalam gas terpenuhi tiba. Atas dasar data ini paket kontrol mendefinisikan durasi injeksi bahan bakar di mana pemeliharaan suatu paritas optimal bensin dan udara dalam campuran gas disediakan. Beberapa alat pengukur dan relay yang sesuai bekerja dari sistem kontrol, bukan merupakan bagian dari sistem injeksi bahan bakar elektronik, namun sudah terpasang pada semua ruang kompartemen motor.

 3.HONDA=PGM-FI (programmed-Fuel Injection)
PGM-FI adalah sistem suplai bahan bakar yang dikendalikan secara elektronik untuk memasok bahan-bakar dan oksigen secara tepat sesuai kebutuhan mesin di setiap keadaan.
Artinya sistem tersebut sudah terprogram sedemikian rupa agar bisa memasok BBM sesuai dengan kebutuhan mesin saat itu.

Sistem PGM-FI dapat menekan kadar emisi yang dihasilkan oleh ruang bakar (CO, HC & NOx), sehingga sistem PGM-FI lebih mudah mencapai standar Euro yang lebih tinggi, misalnya: Euro 3.
Udah sempat di bahas di artikel sebelumnya yaitu Mengenal Kebijakan Euro – 3, bahwa pada tahun 2013 mendatang, pemerintah Indonesia akan menerapkan Standar Regulasi Euro – 3 untuk kendaraan bermotor roda dua di Indonesia.
Wew, ternyata Honda udah sangat siap dalam mendukung program pemerintah tersebut.
Salut.. yes

Apa aja sih keunggulan PGM –FI??
  • Lebih irit BBM
Dengan Teknologi PGM – FI motor mampu menempuh jarak tempuh lebih jauh (lebih irit BBM). Karena konsumsi BBM di proses oleh sebuah chip kecil yang tertanam dalam sistem PGM – FI yang bernama ECM a.k.a Electronic Control Module yang mendapat input berupa beberapa sensor yang membuat ECM tersebut dapat bekerja untuk mengatur durasi pengeluaran BBM. Output dari proses ini berupa Injector yang memiliki kemampuan untuk mengontrol jumlah BBM dengan presisi dalam skala minimim. Woaah fantastis banget !!!!

  • Performa motor menjadi lebih baik
Teknologi PGM – FI digunakan untuk motor-motor juara di MOTO GP, karena FI terbukti meningkatkan performa mesin menjadi lebih baik.

  • Mesin mudah dihidupkan
Dengan menggunakan teknologi PGM – FI kendaraan mudah dihidupkan di segala kondisi. Contohnya nih pada kondisi dingin atau jika motor udah lama gak di nyalakan, kita ga perlu lagi repot-repot menggunakan kick starter tapi cukup menggunakan starter tangan, mesin pun dengan mudah dihidupkan.

  • Mudah perawatan
Komponen-komponen PGM – FI mudah dirawat. Misalnya Fuel pump, Injector, dan Throttle body yang tidak perlu dibersihkan secara berkala. Dan bro & sist hanya cukup mengganti saringan bensin di setiap 48000 km.

  • Ramah lingkungan
Last, penerapan teknologi PGM – FI menghasilkan gas buang yang sangat ramah lingkungan. Karena kadar HC dan Nox yang dikeluarkan oleh knalpot dapat direduce hingga 80 %.


4.SUZUKI= DCP-FI/EPFI
ada saat ini banyak pabrikan kendaraan bermotor khususnya roda dua makin berlomba – lomba untuk menampilkan produk terbaik mereka khususnya dalam hal efisiensi bahan bakar dengan system Fuel Injection nya.

Begitu juga dengan pabrikan Suzuki yang juga pernah menghadirkan system Fuel Injection pada Shogun 125 FI tahun 2008. Padahal, dari hasil komparasi yang dimuat di harian kompas, otomotif dan berbagai media lainnya sepertinya Shogun 125 FI lebih unggul dari system injeksinya, fitur, kestabilan motor itu sendiri dan di klaim lebih irit 1 km dibanding kompetitor lain pada jamannya serta ramah lingkungan dan perawatan yang lebih mudah.

System injeksi pada Shogun 125FI (shogun FI) mengaplikasikan sistem injeksi Discharge Pump dimana pompa bensin menyatu dengan injector tidak ditempatkan terpisah di tangki bahan bakar seperti system injeksi konvensional.

Yang membedakan dengan motor injeksi lainnya adalah terletak pada sistem fuel injeksi/sistem penyaluran bahan bakar. New Shogun 125 FI menganut sistem discharge pump (DCP) dan motor injeksi lain menerapkan konvensional fuel injection. Prinsip kerja sistem discharge pump (DCP) fuel injection dengan sistem konvensional fuel ijection hanya pada pengiriman bahan bakar dari tangki bensin ke injector yang berbeda, konvensional FI memisahkan antara injector, fuel pump dan regulator sedangkan Dischage pump (DCP) fuel injection mengabungkan injector, fuel pump dan regulator menjadi satu membuat aliran bensin dari fuel tank tidak memerlukan tekanan yang terlalu besar untuk masuk ke fuel pump, regulator dan diteruskan ke injector dan meringankan kerja fuel pump.

Karena posisi pompa berada di injector maka posisi tangki harus selalu berada diatas agar bensin dapat mengalir berdasarkan gaya gravitasi untuk mensuplai bahan bakar ke discharge pump. Dan jika diperlukan penggantian pada injector atau pompa maka harus dilakukan secara Assy.

Secara umum fitur sistem injeksi pada Shogun 125FI sama, termasuk jika sepeda motor berada pada kemiringan tertentu/terjatuh secara otomatis mesin akan mati. Tip over sensor (TO) adalah sensor untuk mendeteksi kemiringan dari kendaraan dimana sensor ini dipasang agar kendaraan yang kemiringannya 65° pada saat terjatuh akan memberikan sinyal ke ECM tidak lebih dari 2 detik setelah ECM menerima sinyal akan mematikan fungsi fuel injector dan pengapian sehingga motor dalam keadaan mati untuk keselamatan pengendara. Untuk menghidupkan kembali sepeda motor, posisikan kunci kontak ke OFF kemudian ON dan sepeda motor sudah dapat dioperasikan kembali dengan normal. 




Fitur lain seperti sensor O2 sensor :berfungsi mengontrol emisi gas buang sehingga mesin dengan sistem injeksi emisi gas buang lebih rendah dan ramah lingkungan. Engine Temperature Sensor (ET) yang ditempatakan dibagian kanan silinder blok. Pada suhu dingin secara otomatis ECM akan memberikan sinyal kepada injector untuk meyemprotkan bahan bakar sebanyak yang diperlukan, sehingga pada kondisi dingin mesin tetap akan mudah untuk dihidupkan.

Berikut adalah bagan dari system Fuel Injection pada Shogun 125 FI :





Shogun 125 FI merupakan awal dari teknologi injeksi yang diterapkan di Indonesia untuk kendaraan roda dua, walaupun pada waktu itu belum banyak masyarakat mengenal system injeksi sepeda motor, tetapi Suzuki sudah membuktikannya dengan Shogun 125 Hyper Injection.



Demikian sekelumit paparan tentang teknologi injeksi yang dimiliki oleh pabrikan Suzuki, khususnya Shogun 125 Hyper Injection.

5.Mitsubishi = MPFI (Multi Point Fuel Injection)

______________ NO PENJELASAN____________
6.HYUNDAI= ECFI (Electronic Control Fuel Injection)
7.DAIHATSU=EFI (Electronic Fuel Injection)
8.KIA=EGI/GDI (Gasoline Direct Injection)
9.BMW=BOSCH MOTRO-NIC

ya cukup itu aja lah informasi yang bisa di share ! kalok kawan sekalian ada info terbaru ! share kemari aja ya ! di koment oke gan ! mantappppp !

Senin, 04 Februari 2013

SENSOR SENSOR EFI



 Aplikasi Sistem Pengaturan Elektronik pada kendaraan telah demikian pesatnya, seiring dengan kemajuan teknologi dan tuntutan global yang mensyaratkan baik aspek pemenuhan pengguna teknologi maupun aspek dampak lingkungannya, sehingga rancang bangun kendaraan modern dengan Advance Technology memiliki kelebihan/keunggulan yang mampu meningkatkan antara lain:
  • Unjuk kerja
  • Efisiensi penggunaan bahan bakar
  • Penanggulangan dampak lingkungan
  • Kenyamanan dan keamanan
Kendaraan dengan fasilitas control elektronik dibandingkan dengan kendaraan konvensional memiliki perbedaan pada piranti elektroniknya yang pada dasarnya terdiri dari beberapa komponen, yaitu Sensor, Electronik Control Unit (ECU), dan Unit actuator.

Sensor berfungsi untuk mengirimkan sinyal atau data ke ECU, ECU berfungsi untuk mengolah data yang dikirimkan oleh sensor dan mengirimkan nya kembali berupa perintah ke actuator. Aktuator berfungsi sebagai pengeksekusi suatu perintah dari ECU.
Di tulisan ini, hanya akan jelaskan macam-macam sensor beserta fungsinya.
1.  Engine Control Temperature (ECT)/Sensor Temperatur Mesin dan Intake Air Temperature
     (IAT)/Temperatur udara masuk
    ECT berfungsi untuk mendeteksi suhu air pendingin pada mesin






















    IAT berfungsi untuk mendeteksi suhu udara yang masuk

     Cara Kerjanya:

    Sensor yang dihubungkan seri dengan tahanan dan diberi tegangan 5 V. Bila tegangan pada sensor berubah (karena temperature), maka tegangan yang ke ECU juga berubah. Tegangan kerja adalah 4,5 s/d 0,2 Volt, dari dingin ke panas
    2. Throttle Position Sensor (TPS)
     
    TPS berfungsi untuk mengetahui derajat pembukaan katup gas dan mengontrol jumlah udara yang masuk. Sensor ini terbuat dari bahan Karbon arang. Range kerjanya adalah dalam % pembukaan katup gas (0 % = 0,5 Volt ----- 100 % = 4,7 Volt). Cara kerjanya: Tegangan 5 Volt dari ECU sebagai sumber, bila katup gas dibuka akan membuat perbandingan tegangan yang berasal dari perbandingan tahanan, sehingga mengeluarkan sinyal tegangan 0,5 s/d 4,7 Volt.





    3. Air Flow Meter (Sensor Udara Masuk)
    Air flow meter berfungsi untuk mendeteksi jumlah udara yang masuk, dan ini dipakai pada system injeksi jenis L-EFI.
    Jenis-jenis Air Flow Meter:
    a. Sensor Flap (impact pressure) Air Flow Sensor LMM
    Jenis ini terbuat dari tahanan geser (karbon arang). Cara kerjanya: pedal ditekan untuk membuka katup gas. Udara diisap oleh pengukur jumlah udara. Pengukur aliran udara memberikan informasi utama secara elektris ke unit pengontrol elektronika.
    b. Sensor Massa Udara (Kawat dan Film Panas)
     Jenis ini terbuat dari bahan kawat panas (platinum), Thermister, Metallic Film. Prinsip kerjanya: kawat panas dijaga pada temperature tetap dirangkai dengan termistor . Suatu aliran udara akan menyebabkan kawat panas menjadi dingin, rangkaian elektronik akan mempertahankan temperature pada kawat panas tetap. Pada waktu yang bersamaan, rangkaian elektronik mengukur arus yang mengalir ke kawat panas dan mengeluarkan sinyal tegangan sebanding dengan aliran arus.
    c. Karman Vortex
     Jenis Karman Vortex terbuat dari bahan Photo Coupler (LED dan Photo Transistor). Cara kerjanya: Udara yang masuk dibuat pusaran oleh pembentuk pusaran udara dan distabilkan oleh plat penstabil pusaran udara, kemudian diukur melalui pemancar dan penerima gelombang frekuensi tinggi. Dengan sebuah pengolah sinyal, gelombang frekuensi tinggi pada bagian penerima diubah bentuknya menjadi impul tegangnan yang diterima oleh computer.


    4. Manifold Absolute Pressure (MAP)
    Fungsi MAP sensor adalah untuk mengetahui tekanan udara yang masuk. Sensor ini terletak pada saluran udara masuk setelah katup gas dan digunakan pada mesin injeksi jenis D-EFI. Cara kerja MAP: Piezo Resistive adalah bahan yang nilai tahanannya tergantung dari perubahan bentuk. Piezo resistive dibuat diafragma (Silicon chip) berfungsi sebagai membrane antara ruangan vacuum (0,2 bar) sebagai referensi dan ruangan yang berhubungan dengan intake manifold.
    Perbedaan tekanan antara ruang vacuum dengan intake manifold berakibat perubahan lengkungan pada membrane silicon chip. Pengolah sinyal merubah menjadi tegangan sinyal. MAP sensor mengeluarkan tegangan paling tinggi ketika tekanan intake manipold adalah paling tinggi (kunci kontak “ON” mesin “MATI”, atau katup gas diinjak tiba-tiba/Accelerasi). Begitu pula sebaliknya mengeluarkan tegangan paling rendah jika terjadi decelerasi (perlambatan).
    5. Sensor Gas Buang

    Sensor ini berfungsi untuk mengetahui kerusakan pada Katalik konventer dan sebagai system closed loop A/F Rasio. Prinsip Kerjanya: Bila ada perbedaan jumlah O2udara luar, akan terjadi beda potensial antara kedua elektroda. Tegangan maksimal 1 volt. Temperatur kerja min. 400C.
      

    6. Sensor Putaran

    1. Sensor Induktif pada Distibutor

    Sensor CKP dan CMP pada distributor
    Untuk system yang pengajuannya dengan mikrokontrol, maka sinyal putaran (CKP) harus dilengkapi dengan sensor posisi pada silinder (CMP). Sinyal ada yang di distributor dan di poros engkol
    1. Sensor Induktif pada poros engkol
    Sensor ini terdiri dari dua, yaitu: satu sensor induktif 
    dan dua sensor induktif (CKP dan CMP)

    1. Sensor Hall pada distributor
     



    d.  Sensor Photodioda
    Berfungsi sebagai sensor putaran dan TOP












    7.    Sensor Knoking
     Sensor ini berfungsi untuk mengetahui knoking, system closed loop pengapian dan mendeteksi octane bahan bakar. Prinsip kerja: Bila terjadi knoking (pinking) akan terjadi getaran pada sensor knoking berupa nois. ECU akan memundurkan saat pengapian 2 kali sampai tidak terjadi detonasi lagi. Untuk 4 silinder perlu 1 sensor, 5 atau 6 silinder perlu 2 sensor, 8 lebih bisa 2 atau lebih sensor.